RHINITIS ALERGI

RHINITIS ALERGI

Oleh : Admin RSUD Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis   Pada : 01 Agt 2017

Rhinitis Alergi adalah penyakit inflamasi mukosa saluran hidung dan sinus yangn disebabkan alergi terhadap partikel, seperti tungau debu, asap, serbuk/tepung sari yang ada di udara. Meskipun bukan penyakit berbahaya yang mematikan, rhinitis alergi harus dianggappenyakit yang serius karena dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tak hanya aktifitas sehari-hari yang menjadi terganggu, biaya yang akan dikeluarkan untuk mengobatinya pun akan semakin mahal apabila penyakit ini tidak segera diatasi karena telah menjadi kronis

Jenis-jenis Rhinitis Alergi menurut lama gejala:
• Rhinitis alergi intermitten (kadang-kadang) Gejalanya < 4 hari/ minggu atau < 4minggu
• Rhinitis alergi persisten
Gejalanya > 4 hari per minggu atau > 4 minggu


Jenis-jenis Rhinitis Alergi Menurut Berat Gejala

  1. Rhinitis alergi ringan, apabila tidak mengganggu aktivitas harian, tidur, bersantai, olahraga, berjalan & bekerja.
  2. Rhinitis alergi sedang & berat, apabila Mengganggu 1 atau lebih aktivitas tersebut.


Gejala Klinik Rhinitis Alergi

  1. Gejala klinis yang khas adalah terdapatnya serangan bersin yang berulang-ulang terutama pada pagi hari dan/ atau malam hari, atau bila terdapat kontak dengan sejumlah debu. Sebenarnya bersin adalah mekanisme normal dari hidung untuk membersihkan diri dari benda asing, tetapi jika bersin sudah lebih lima kali dalam satu serangan maka dapat diduga ini adalah gejala Rhinitis alergi.
  2. Gejala lainnya adalah keluar ingus (rinore)yang encer dan banyak, hidung tersumbat, mata gatal dan kadang-kadang disertai dengan keluarnya air mata.
  3. Allergic shiner: Bayangan gelap di daerah bawah mata akibat stasis vena sekunder. Stasis vena ini disebabkan obstruksi hidung.
  4. Allergic salute: perilaku anak yang suka menggosok-gososk hidungnya akibat rasa gatal.
  5. Allergic crease: tanda garis melintang di hidung pada 1/3 bagian bawah akibat kebiasaan menggosok hidung.


Rhinitis Alergi dapat menimbulkan komplikasi

  1. Polip hidung
  2. Otitis Media. Terutama pada pasien anak – anak.
  3. Sinusitis paranasal
  4. Otitis Media dan Sinusitis paranasal bukanlah akibat langsung dari rhinitis alergi melainkan adanya sumbatan pada hidug sehingga menghambat drainase.

Terapi Rhinitis Alergi

  1. Terapi yang paling ideal adalah dengan menghindari kontak dengan alergen penyebab (avoidance).
  2. Terapi obat – obatan yang diberikan bersifat simpatomatik seperti antihistamin, dekongestan, dan kortikosteroid.
  3. Operasi konkotomi. Merupakan tindakan memotong bagian dinding hidung (konka nasi inferior) yang mengalami hipertrofi berat, dilakukan jika cara di atas tidak berhasil.
  4. Imunoterapi.
TAG: THT